Tips Ampuh yang Langsung Memotivasimu Untuk Menulis!

Source
Halohola! Langsung saja ya; kamu sedang bingung karena banyak cerita yang harus ditulis tapi kamu tidak punya semangat, mood atau motivasi untuk menulisnya? Well have no worries I’m here to help you! Saya mengumpulkan tips dari berbagai website bahasa asing di internet, dan menurut saya isinya bagus! Awalnya saya benar-benar tidak ada motivasi untuk menulis, ingin menulis aja rasanya muak, tapi setelah saya baca artikel-artikel di internet itu, saya jadi bisa menulis 8000 kata dalam dua hari :’) Padahal biasanya saya menulis 3000 kata aja sudah syukur sekali, habis itu mentok.

Speaking about writing, sudah vote untuk penulis favoritmu di Indonesian Fanfiction Award 2014 belum? Kalau belum bisa langsung klik di sini. Today is the last day to vote everyone! :D

Oke, untuk mempermudah teman-teman sekalian, saya bagi tips memotivasi diri dalam jangka waktu pendek dan jangka waktu panjang. Anyway kunci dari artikel ini adalah: to take action. Now. Now or never. Kalau kamu memang benar-benar ingin menulis, melepaskan ide yang terkurung di benakmu dan menuntaskan ceritamu, saya harap setelah membaca post ini kamu tidak menunda menulis tapi langsung menulisnya. So prepare your muscle, guys, it’s time to write!

Please note: tidak semua cara efektif untuk kamu, ‘cause basically everyone is different. Kamu bisa coba satu-satu cara di bawah ini dan cek mana yang paling sesuai dengan kamu.

Tips Motivasi Diri Dalam Waktu Jangka Pendek

#1 Insecurity? Hell no. Jangan halangi atau batasi dirimu sendiri. Jangan biarkan dirimu dikuasai perasaan negatif: Just do it!

#2 I can totally do better than that. Coba kamu cari cerita yang laris tapi tidak begitu bagus, kemudian kamu baca. Kalau kamu berpikir, “Wah, aku bisa tulis lebih bagus dari ini.” Simpan perasaan itu, dan jadikan itu motivasi untuk menulis. Buktikan kalau kamu memang bisa menulis lebih baik!

#3 Seven-word compass. Sebelum memulai novel, coba kamu rangkum ide ceritamu dalam tujuh kata, yang simpel-simpel aja. Nah, saat kamu merasa ‘stuck’, kamu bisa baca ulang lagi ‘kompas-tujuh-kata’ ini. Jadi saat kamu tidak tahu mau tulis apa lagi, atau bingung jalan mana yang mau dipilih (tsaaah), kamu bisa cek ulang kompas kamu; apakah jalan ceritamu sudah sesuai ide awal atau belum?

#4 Shut your inner editor and just freakin’ damn write! Saya pernah baca suatu fakta yang menarik di Nanowrimo. Katanya kita semua punya editor di dalam pikiran kita. Itu lho, suara di dalam hati kita yang suka mengkritik tulisan kita. “Ini gak bener!” “Itu salah, hapus lagi!” “Haduh, kok dialognya aneh begitu sih?” Nah, coba kamu bayangkan seperti apa editormu. Apa seperti guru yang galak? Atau teman yang doyan nyindir? Atau burung beo yang bawel? Kalau editor di dalam diri saya, saya bayangkan seperti ibu-ibu yang mulutnya cablak :’) Nah, sekarang kamu ikat editor kamu dan lempar dia jauh-jauh ke pulau asing! Atau kunci dia di gudang! Or do whatever to shut him/her up! Congrats, now you’re free guys! Silakan menulis bebas sebebas-bebasnya sampai tangan kram. Anggap aja kamu lagi naik mobil dan sampai ke puncak bukit, terus kamu meluncur turun sambil tekan gas kuat-kuat. SYUUUT! GOOD BYE ANNOYING INNER-EDITOR, HELLO IMAGINATION WORLD!

#5 Think. Kalau kamu ‘stuck’, jangan panik, takut, apalagi stop. Tanya dirimu sendiri, “What would logically happen next?”

#6 Endings. Kalau kamu sedang menulis novel, coba untuk fokus ke akhir chapter, jadi kamu semakin terpacu menulis sampai ketemu ke akhir chapter. Tapi… don’t give a stopping place. Maksudnya, akhir chapter jangan dibuat ‘tuntas’, tapi dibuat ‘gantung’. Jadi kamu termotivasi untuk melanjutkannya. Saya paling suka tips ini dan memang ini yang paling efektif, karena saat saya buat akhir chapter saya ‘gantung’, saya pun jadi terpacu untuk berpikir, “What’s next?”

#7 Be protective. Jaga waktumu untuk menulis. Kalau misalnya kamu merasa kamu paling produktif saat baru bangun, atau saat sudah mandi, atau saat sudah membereskan semua tugasmu, nah, jagalah waktu itu. Jangan kompromikan waktu itu dengan kegiatan yang lain :)

#8 Let’s tweet! This is also, suprisingly effective! Sebelum menulis, coba kamu tulis di twitter target menulismu dan sudah seberapa jauh prosesnya. Secara tidak langsung kamu bisa memotivasi teman lain yang juga sedang ingin menulis. Bisa juga teman yang tweet kamu ikut menyemangatimu juga :3

#9 Turn off your internet connection, cell phone and TV. You know what I’m talking about. In my opinion, ini cara yang paling efektif!

#10 Eat snacks. Basically you can’t think if you’re hungry :D Saya menulis ditemani the dan snack, it’s really good and keeps me working ( ω*) It’s better if you eat healthy foods, though.

#11 Stop the self-pity, please! Kalau kamu tidak bisa menulis karena kamu merasa kamu memang tidak bisa menulis, well, what can I say? Jangan mengasihani diri karena tantangan dalam menulis, atau karena kamu belum menulis apa-apa sementara temanmu sudah menulis banyak. Saya ketemu quote yang bagus: We all face obstacles. How you deal with those obstacles defines who you are and determines how successful you are in life (kita semua pasti menghadapi tantangan. Bagaimana cara kita menghadapinya itulah yang menentukan siapa diri kita dan seberapa sukses kita). Jadi jangan mau punya mental kerupuk, ayo kita hadapi tantangan menulis sama-sama! Now or never!

#12 Dude, relax. Don’t overwork and don’t self-punish. Dulu saya selalu memaksa diri untuk memenuhi target, tapi akhirnya saya jadi muak menulis. Jangan menghukum diri sendiri kalau gagal memenuhi target. Apalagi kalau targetmu itu target yang belum sesuai kemampuan menulismu untuk saat ini. Misalnya: hari ini aku harus menulis 3000 kata! Padahal biasanya menulis 500 kata. Just take one step at a time and think positively; kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Kalau kamu menghukum dirimu, kamu akan menganggap menulis itu bukan sesuatu yang menyenangkan tapi malah bikin capek mental. Dalam menulis, kesabaran itu penting. Jadi kalau kamu sudah mulai tidak sabar, take a deep breath dan bilang: Bagus, (tulis namamu di sini)! Kamu bisa!”

#13 Follow your heart, follow the inspiration. Misalnya kamu ingin melanjutkan menulis dari chapter 3, tapi hatimu ingin menulis chapter 5. Nah, ikuti saja kata hatimu. Saya coba cara ini dan efektif banget, kalaupun ada bagian yang perlu perubahan paling sedikit aja (˙˙)

#14 Be happy, be grateful. Face it; bagaimana kita mau semangat menulis kalau kita sedang bad mood? Jadi coba pulihkan mood dengan mandi, jalan-jalan, online, ngobrol dengan teman; just do what you like! Trik lain untuk memperbaiki mood adalah: coba ingat semua hal baik yang pernah kamu alami, hal-hal yang buat kamu berpikir, “Kenapa ya aku bisa dapat ini semua?” Ada yang bilang, gratitude is happiness and happiness is motivating (rasa syukur = kebahagiaan = motivasi). So look around and be grateful!

#15 Write anything; anything. Kalau kamu memang tidak mood menulis, okay. Tapi jangan sampai berhenti menulis ya. Kamu bisa tulis puisi, jurnal, post di blog, atau apapun. Sejelek apapun hasilnya, tulis aja. Kalau terlalu lama tidak menulis, nanti saat ingin menulis lagi rasanya kaku dan asing :’)

Tips Motivasi Diri Dalam Waktu Jangka Panjang

#1 Deadlines

Paling cocok dengan: orang yang bekerja dengan baik di bawah tekanan (kalau kamu bisa tetap tenang walaupun tugas menumpuk dan harus dikerjakan dalam waktu yang singkat, berarti kamu cocok dengan metode ini).

Cara menerapkan: tulis di kalendermu target yang harus dicapai. Misalnya hari ini kamu harus menyelesaikan 1 chapter, esoknya minta kritik dari penulis A untuk chapter itu, lusa harus merevisinya, dsb. Atau anggap saja dirimu penulis profesional yang harus menyerahkan naskah dalam sebulan. Walaupun memang tidak akan ada hukuman kalau kamu ‘gagal’, tapi ini bisa memacumu untuk terus maju.

#2 Rutinitas

Paling cocok dengan: orang yang suka dengan rutinitas dan tidak cepat bosan

Cara menerapkan: Tetapkan waktu khusus untuk menulis. Atau lakukan hal-hal yang bisa buat kamu semangat sebelum menulis. Contohnya, saya senang menulis setelah mandi. Jadi setelah mandi saya pakai baju kesukaan saya, buat teh dan makan snack. Kadang kalau suntuk dan badan pegal saya joget dengan musik yang asik atau lari-lari di dalam rumah. Setiap saya mau menulis, saya lakukan hal ini terus supaya semangat. Simple, right? ()

#3 Menyatu dengan dunia cerita

Paling cocok dengan: orang yang visual dan imajinatif

Cara menerapkan: Kamu bisa cari gambar orang yang paling mirip dengan tokohmu, gambar latar yang paling mirip dengan latar ceritamu, dsb. Lalu kamu tempel di tempat yang mudah terlihat, supaya: mengingatkanmu untuk menulis saat kamu sudah lupa dan memacumu untuk bisa menyelesaikan ceritamu. Kalau ceritamu masih tidak enak juga, rombak ulang bagian yang terasa tidak pas, kemudian tulis ulang. Salah satu teman saya, saat sedang menulis cerita dari sudut pandang IRT, dia pun menganggap dirinya sebagai IRT dan bertingkah seperti IRT. Jadi dia menganggap uang jajan sebagai upah kerjanya, adik-adiknya sebagai anaknya, dll ;D

#4 Reward = Hadiah = Yay!

Paling cocok dengan: orang yang punya 1001 barang yang ingin dibeli

Cara menerapkan: beri hadiah untuk dirimu sendiri. Misalnya, setiap kali kamu bisa menulis 1 halaman, kamu boleh makan 1 batang coklat :D Hati-hati obesitas, wkwkwk. Kalau sudah terbiasa, kamu boleh menantang dirimu untuk sesuatu yang lebih. Contohnya, kalau menyelesaikan 1 cerita dalam 1 hari, kamu boleh beli novel yang sudah lama kamu incar. Tapi jangan sampai membebani diri dengan berlebihan ya, apalagi makan berlebihan.

#5 Have no goals; just follow your heart

Paling cocok dengan: orang yang tidak suka dikekang, tidak bisa bekerja dengan efektif kalau stress

Cara menerapkan: tidak usah pasang target tertentu. Kalau kamu sedang mood ingin menulis, jangan tunda; langsung tulis!

#6 Dukungan dari orang lain

Paling cocok dengan: orang yang bisa bekerja kalau ada kawan

Cara menerapkan: kamu bisa ingat teman dan keluarga yang selama ini sudah menyemangatimu untuk menulis. Ingat-ingat pujian apa yang pernah mereka berikan untukmu, dan jadikan itu bensin untuk menulis. Beritahu temanmu/mentormu apa target menulismu dan minta mereka untuk menyemangatimu. Misalnya mengirim pesan-pesan motivasi, atau pesan-pesan ‘ancaman’ kalau gagal memenuhi target. Akan lebih bagus lagi kalau kamu punya teman yang sama-sama punya projek menulis, jadi kalian saling menyemangati.

#7 Buat target yang fleksibel

Paling cocok dengan: orang yang terlalu sibuk

Cara menerapkan: tetapkan targetmu seperti biasa, tapi kalau kamu tidak bisa memenuhinya karena lain dan satu hal (kecuali malas, of course), anggap aja targetmu jadi double. Misalnya hari ini harusnya menulis 1000 kata, tapi tidak bisa karena sakit, jadi besok harus menulis 2000 kata. Tapi jangan merasa bersalah kalau misalnya kamu tidak bisa menulis hari itu. Just let it go, karena kalau kamu merasa bersalah, itu malah membuatmu semakin tidak termotivasi untuk menulis.

#8 Ubah sudut pandangmu

Paling cocok dengan: semua orang

Cara menerapkan: This part will be like, the longest, ‘cause it’s my favorite. Here we go.

Jangan memotivasi dirimu menulis untuk mencari pembuktian. Misalnya kamu menulis untuk menunjukkan ke orang-orang yang dulu meremehkanmu kalau kamu bisa sukses dengan merangkai kata-kata. Don’t write to prove them wrong.

Jangan pula berpikir kalau kamu baru jadi penulis yang hebat setelah kamu bisa menerbitkan novel, setelah novelmu jadi best seller, setelah novelmu diangkat jadi film, dll. I’m not saying it’s impossible; everything is possible in this world; tapi kalau kamu sudah berdedikasi untuk menulis sesuai targetmu, sejelek apapun hasilnya, you already are a great writer. Kalau kamu merasa kamu baru sukses setelah mendapat keuntungan secara materi, kamu akan merasa ceritamu tidak berharga karena belum dapat profit (which is not true, by the way).

Pernah tidak kamu berpikir, “Kenapa aku menulis? Ada banyak penulis di luar sana, yang lebih bagus, lebih berbakat, lebih populer. Jadi apa gunanya ceritaku? Ceritaku dibandingkan cerita mereka, ah…jauh.” Saya sering. Tapi saya sadar, kalau saya tidak menulis cerita saya, dunia akan kehilangan satu cerita. Tidak ada orang lain yang bisa menulis cerita saya selain saya. Memang, saya bisa memberi kerangka cerita saya untuk ditulis orang lain, tapi isinya akan berbeda jauh dari yang saya inginkan.

It’s no fun, you know, thinking that you can contribute to the society but you choose not to just because you think you’re not good enough. You know what? You’re good enough. You’re freakin’ good enough. Without us; without me, without you, a big part of what makes this world move forward will be missing. That’s the fact! I’m gonna give you a quote that I really love:

Here is the test to find whether your mission on Earth is finished: if you’re alive, it isn’t.Richard Bach

Questions of the Day!  Mana metode yang paling cocok untuk kamu? Kenapa? Kalau sudah ketemu, jangan tunda lagi; ayo langsung terapkan! Now or never!



3 komentar:

  1. Thanks, kak! Tips-nya tepat sekali! Just do it! <3

    BalasHapus
  2. Semua tips sudah kubaca dan benar-benar memotivasi. thankyou very much~

    btw, aku suka blognya kak :3

    BalasHapus

Hello there my friends! Feel free to give your :
¤ Opinion
¤ Suggestion
¤ Critic
¤ Story link (so that we can give comment to each other stories!)
¤ Request (if you want me to write something, just ask!)
Remember, I’m also a struggling writer, so I’m perfectly imperfect. Your feedback are pleased =)