Senjata yang Penulis Harus Punya

Source
Halo :D Di kesempatan ini saya mau memberitahu semua senjata yang penulis harus punya! Tenang aja, senjata yang saya maksud di sini bukan senjata beneran, dan bahkan gak semahal senjata asli! Dan para senjata ini bisa kamu dapat dengan mudah, kalau kamu benar-benar serius ;)

Yuk, langsung aja kita bahas ya :D


Senjata di dalam hati

Niat, mimpi atau keinginan
  
It's true :)

Tiga hal remeh yang sebenarnya dasar dari semua peristiwa dan perubahan inspiratif yang dilakukan para tokoh dunia. Gak usah jauh-jauh deh, Indonesia merdeka juga karena ada niat, mimpi, keinginan dari leluhur kita untuk bebas jadi penjajah, yang akhirnya diwujudkan dalam bentuk nyata. Jadi jangan pernah meremehkan ketiga hal itu, karena kamu tidak tahu kemana tiga hal itu akan membawamu ;)

Komitmen atau disiplin


Nah, tiga hal di atas bakal ga akan tercapai kalau gak ada komitmen atau disiplin. Untuk berkomitmen atau menjadi disiplin emang ga bisa instan. Tapi kalau kita benar-benar berusaha, kita pasti bisa :D Bagaimana caranya?
 
Untuk berkomitmen, kamu boleh bikin sumpah bahwa kamu bisa menjadi penulis yang lebih baik. Atau apa motivasimu dalam menulis. Atau apa targetmu dalam menulis dan bagaimana meraihnya. Lalu  tempel di tempat yang biasa kamu lihat dan di baca saat butuh.

Untuk menjadi disiplin, kamu bisa mencoba menyisihkan waktu untuk menulis. Kalau saya tidak menetapkan jam khusus untuk menulis karena saya tidak suka jadwal. Saya hanya menetapkan minimal lima belas menit setiap harinya untuk menulis apapun yang ada di otak saya, entah itu pendapat, kritik, komplain, dsb. Yang penting saya tetap aktif menulis setiap harinya, sehingga saat menulis cerita, rasanya tidak begitu kaku lagi :3

Motivasi


Kalau kamu belajar atau kerja, pernahkah kamu merasa jenuh? Saya pernah. Karena itulah gunanya motivasi, agar bisa terus berusaha walau jenuh oleh keadaan. Setiap kali pikiran negatif mulai muncul, saya selalu teriak di dalam hati, “Saya bisa! Saya bisa! Saya bisa!” Karena toh, menurut Primadonna Angela, saat kita yakin kita bisa, maka kesuksesan itu 50% sudah ada di tangan kita.

Mungkin kamu punya cara lain untuk membuat dirimu terus termotivasi. Apapun itu, teruskan saja :)
Senjata di dalam pikiran

Nah, udah punya senjata yang kuat dari hati? Senjata itu bakal semakin wow dengan adanya senjata di dalam pikiran kita :D Apa saja senjata itu?

Keinginan untuk mengeksplorasi


Menurut KBBI, eksplorasi adalah penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak. Sedangkan sinonimnya berdasarkan kamus Tesaurus adalah investigasi, pencarian, pendalaman, penelitian, penjelajahan, penyelidikan, riset, studi.

Nah, kalau misalnya kamu tidak riset, apa ceritamu akan jadi akurat? Apa ceritamu akan terasa riil? Walau karya kita fiksi, tentu saja penting untuk membuat ceritanya logis. Dan dengan banyaknya referensi, tentu saja ceritamu akan lebih berbobot, lebih menarik dan lebih berkualitas.


Pengetahuan


"Pengetahuan tanpa tindakan adalah (sebuah) kegilaan dan tindakan tanpa pengetahuan adalah (sesuatu hal yang) sia-sia." Maksudnya, percuma kalo kita melakukan sesuatu jika tidak dibarengi pengetahuan yang cukup. Atau kita punya pengetahuan yang cukup tentang sesuatu, tapi lebih memilih untuk tidak menerapkannya.

Jika kamu punya keinginan untuk mengeksplorasi, maka mendapat pengetahuan tidak sulit. Karena pengetahuan dapat di dapat dari mana saja. Tidak perlu mengenyam pendidikan formal untuk jadi penulis, walau akan lebih baik lagi jika begitu. Dan pengetahuan ini penting agar karya bisa jadi lebih baik lagi. Kalau kita tidak punya pengetahuan yang cukup (khususnya tentang apa yang kita tulis), itu bisa jadi nilai minus dalam cerita.

I d e

Dari ide muncul berbagai macam inovasi
  source

Sudah punya keinginan untuk mengeksplorasi dan pengetahuan, harusnya tidak sulit lagi mendapat ide. Semakin banyak yang kamu tahu, semakin banyak yang bisa kamu olah untuk jadi cerita. Asal kamu peka atau jeli. Jadi kunci mendapat ide adalah menjadi peka pada sekitar.

Senjata di dalam tubuh

Ini senjata yang hanya terdiri dari satu unit, tapi mahal harganya yaitu :

Kesehatan fisik maupun mental

Omaigat

Kalau kamu sakit (baik secara fisik maupun mental), tentunya kamu tidak bisa menulis cerita semaksimal saat kamu sehat. Tentu, ada penulis yang walaupun sakit tetap dapat menulis cerita. Namun kalau kamu dianugerahi kesehatan, jagalah sebaik-baiknya. Jika kamu sakit, apalagi sampai meninggal, tentu saja ceritamu tidak akan dapat dilanjutkan lagi.

Untuk menjaga kesehatan fisik, kamu bisa :

  • Makan teratur empat sehat lima sempurna
  • Minum air putih 2 liter sehari
  • Tidur yang cukup (walau ini sulit seiring dengan banyaknya tugas, usahakan tidur 4-7 jam sehari ya. Tapi akan lebih bagus kalau bisa tidur 8-9 jam)
  • Olahraga (seperti jogging, bersepeda, berenang atau senam) secara rutin
  • Tidak mengkonsumsi yang tidak sehat dalam jumlah yang berlebihan

Untuk menjaga kesehatan mental, hindari hal-hal yang membuatmu depresi. Kalau kamu punya masalah, coba uraikan satu-satu dan selesaikan. Hindari juga marah secara berlebihan. Tidak apa-apa untuk merasa stress asal tidak berlarut-larut atau berlebihan :D

Senjata dari luar

Senjata yang berasal dari luar yaitu :

Pembaca


Siapa sih yang gak senang punya pembaca? Apalagi kalo dapat pujian. Nah tiap kali kamu down atau terkena writer’s block, gak ada salahnya lho membaca ulang pujian dari pembaca. Pasti semangatnya jadi balik lagi. Bahkan dari pembaca, kamu bisa jadi tahu apa keunggulan ceritamu yang sebelumnya kamu gatau. Asyik 'kan?  Asal gak jadi besar kepala apalagi sombong ya ;D

Editor /beta-reader/kritikus

When Harry Potter becomes critical...

Punya orang yang akhirnya mengedit ceritamu alias editor/beta-reader, bukan berarti kamu bisa buat cerita dengan asal-asalan. Justru dengan adanya editor/beta-reader, kamu bisa termotivasi untuk meminimalisir jumlah kesalahan yang kamu buat di cerita berikutnya. Kamu juga bisa meminta ilmu dan pendapat mereka sebagai pembaca.

Nah, bagaimana dengan kritik? Walau ceritamu dikritik, bukan berarti itu alasan kamu untuk nyolot balik, nangis, atau malah menyerah menulis. Justru itu semua bisa jadi senjatamu untuk semangat dalam menulis cerita yang lebih baik lagi :D

Siapa/apapun yang mendukungmu

Well, not this kind of supporter

Saat ingin menyerah, coba minta siapapun yang mendukungmu untuk menyemangatimu kembali. Atau membaca kata-kata mutiara dari para penulis terkenal. Lalu  tempel di tempat yang biasa kamu lihat dan di baca berulang-ulang. Atau kamu bisa menata lingkungan tempat kamu menulis sesuai keinginan agar kamu semakin mood untuk menulis. Atau kalo kamu suka buat prakarya, kamu bisa buat kliping tentang potongan kalimat-kalimat, tokoh, adegan serta konflik favorit dari cerita yang kamu buat. Kesannya narsis ya? Gak kok. Justru ini bisa jadi kenangan sekaligus penyemangat.

Gimana dong kalo aku ga punya senjata luar?

Ya gapapa, karena kita tidak bisa mengontrol apapun yang ada di luar kita. Mungkin awalnya karya kamu tidak ada pembaca, atau kamu kebingungan untuk mencari orang yang mau menjadi kritikus cerita kamu, atau keinginan kamu untuk menulis malah ditentang oleh orang yang kamu sayangi.

Tapi tenang aja. Kalau ceritamu memang berkualitas, pembaca pasti akan datang sendiri. Dan kalau kamu benar-benar jeli mencari, kamu bisa menemukan orang yang cukup kritis untuk menilai ceritamu.

Kalau keinginanmu ditentang orang di sekitarmu? Nah, itu semua terserah kamu. Apa kamu akan memegang teguh prinsipmu atau menyerah, itu semua terserah kamu. Tidak akan ada yang menghakimi apapun keputusanmu, karena hanya kamu yang tahu yang terbaik untuk kamu \^o^/

Apa sih keuntungan punya senjata dalam menulis?

Jadi semakin percaya diri dan tentunya semakin dekat kepada keinginanmu untuk menjadi penulis yang keren, karena senjata di atas adalah faktor-faktor yang perlu ada di dalam diri seorang penulis.
Aku belum punya ‘senjata dalam menulis’, gimana dong?

Pertama-tama, jangan anggap sebagai beban :D Menulis itu kan yang penting bisa memuaskan keinginan hati. Dan senjata itu untuk jadi kekuatan dan perlindungan. Kedua, mungkin kamu punya senjata itu, hanya saja kamu belum menyadarinya. Misalnya kamu itu sebenarnya pinter nulis cerita misteri (senjata dari dalam pikiran), tapi karena sering minder, jadinya ga keliatan. Ketiga, kalo kamu belum punya, maka carilah :D Pasti kamu bisa!

Apa jadinya kalau aku hanya punya salah satu senjata?

Well, it’s better than nothing. Tapi jadinya ga seimbang. Misalnya ada orang yang berbakat menulis, tapi dia ga niat menulis, tentu saja dia tidak akan mau jadi penulis. Artinya, dia cuma punya senjata di pikiran, tapi gak punya senjata di dalam hati. Atau misalnya ada orang yang bener-bener mau jadi penulis, tapi dia gamau mengeksplorasi apapun, akhirnya kualitas karyanya hanya segitu saja. Artinya, dia cuma punya senjata di dalam hati, tapi gak punya senjata di pikiran.

Apa benar menulis itu hanya bergantung bakat?

Untuk menjawab ini, saya akan menjabarkan empat pemikiran umum tentang bakat :

a.Setiap orang berbakat di bidangnya masing-masing
b.Hanya orang tertentu saja yang berbakat
c.Tidak ada orang yang berbakat, yang ada hanyalah orang yang belajar lebih giat dibanding yang lain
d.Setiap orang punya bakat alami di bidangnya masing-masing, namun ada juga yang punya bakat buatan

Nah, pemikiran mana yang kamu setujui? Tidak ada pemikiran yang bener dan salah kok. Kalo saya setuju pada pemikiran D. Jadi, menurut saya, semua orang itu punya bakat di bidang masing-masing, tapi mereka juga bisa mempunyai bakat buatan pada suatu bidang yang sebenarnya bukan bakat mereka.

Jadi, apa benar menulis itu hanya bergantung bakat? Tergantung kamu. Apa kamu percaya pada bakat? Apa kamu percaya pada diri sendiri? Hanya kamu yang tahu jawabannya ;)

Kok kayaknya menulis itu susah ya?

Bukan susah, tapi semua perjuangan pasti ada harganya. Coba sebutin satu penulis yang langsung terkenal? Gak ada, kecuali penulis itu plagiat karena pasti langsung heboh. Naskah Stephen King ditolak ratusan kali. Naskah Harry Potter J.K. Rowling juga awalnya ditolak. Para penulis yang karyanya best-seller, pasti sudah melewati manis pahitnya perjalanan menulis sebelum akhirnya jadi sukses. Nah, gimana mau sukses kalau kita gak berani bayar harganya? =))

Hayo, teman-teman, apa kamu sudah menemukan semua senjatamu? Apa kamu punya senjata tambahan? Atau senjata versi sendiri? Atau menurutmu senjata di atas belum sempurna, masih perlu modifikasi? Silakan berbagi di kolom komentar ya, saya selalu terbuka sama saran dan kritik dari siapapun dalam bentuk apapun :D
HAYO, TANTANG DIRIMU!

Anggaplah kamu sudah menjadi penulis yang terkenal, dan kamu diminta untuk menulis autobiografi. Coba buat kisah tentang dirimu sendiri mulai dari titik awal perjuangan hingga akhirnya bisa menjadi penulis sukses. Dalam autobiografimu itu harus ada senjata-senjata di atas. Senjata di atas boleh dimodifikasi. Kamu juga boleh memasukkan 'senjata'-mu sendiri. Jadi tunggu apa lagi? Buka dong microsoft word-nya :D

29 komentar:

  1. Hai, hai! Setuju aku setuju! Sebagai penulis muda yang masih berkarya di internet, aku masih banget idealis. Tapi kadang penulis terkenal suka lupa sama hati dan ambisi awalnya. Jujur-jujur aja ya, penulis idolaku yang bikin aku mau lagi jadi penulis sekarang udah beda, semua dia lakuin gak kayak waktu dia terkenal dulu. Kadang ketenaran bisa bikin kita... buta mungkin?

    Good postingan! Blognya kawaii :) Kawaii suki desu!

    BalasHapus
  2. itu fotonya David Lee jdijilat keteknya gitu? -___- hahaha
    tapi emang sih, semua yg lo sebutin diatas itu senjata utama buat penulis. baik penulis buku, atau penulis blog seklaipun. :)

    BalasHapus
  3. Gambanya bikin ngakak gan ...
    Kalo berkenan Kunjungannya yah ... KE WCG-GAMES Banyak game pc dan Cheatnya LOh ... KE WCG-GAMES

    BalasHapus
  4. Artikel bagus ni Sha :D Thanks karena mau ngeshare ya!

    BalasHapus
  5. @helmi junior : makasih, makasih juga udah mau baca dan memberi komentar :D

    @rachel : OMG thanks rachel :D you're so damn true. tapi artikel ini bagi penulis pemula kayak saya sih, wkwkwk XD kalo penulis yang udah pro, masalah yang dihadapi udah beda lagi :)) arigatou gozaimasu~

    @shakti : saya aja baru tau itu David Lee #lah thanks bro, thanks a lot :33

    @wirnoto : eh, okedeh, sip ._.v

    @theresia : hehehe, makasih, sama2 juga :D

    BalasHapus
  6. Sekedar kritik, untuk bagian sub judul warna background sama warna hurufnya jangan saling 'meniadakan' ya, soalnya susah dibaca jadinya. Ada beberapa typo ditemukan. Terus baiknya antara paragraf pakai double space biar nggak melelahkan mata waktu dibaca.

    Terus mau menambahkan untuk senjata dari luar. Yang memotivasi banget itu waktu RP sama temen yang tulisannya bagus dan sanggup nulis ratusan kata dalam satu post. Nggak lucu kan kalau saya balesnya cuma satu-dua paragraf dengan kosa kata rata-rata? Entah kenapa partner RP yang jago nulis seolah memecut saya buat meningkatkan kualitas tulisan dan memperkaya pengetahuan :D

    btw, this is Derpina Doppelganger~

    BalasHapus
  7. Iya setuju, yang penting konsisten aja, bikin target biar ada semacam deadline buat bikin semangat nulis XD btw, saya suka warna pink-nya yang kawaii kawaii kawaiiiii :'3 dan headernya juga hahaha

    BalasHapus
  8. wah panjang sekali artikelnya. haha. untung bisa baca semua.
    penulis itu emang bukan pekerjaan gampang. byk yang meremehkan bahkan. belum nyoba aja sih dia.
    semoga senjata ini bisa memotivasi para penulis lainnya

    BalasHapus
  9. Lengakpa banget nih, kalo semua hal itu jadi satu dalam diri penulis bakal keren tuh penulis

    BalasHapus
  10. Bener banget. Kalau mau mencari ide, harus punya pengetahuan dulu. Makanya kita harus banyak membaca buku supaya terlintas banyak ide yang brilian. Lalu, kita harus konsisten juga. Karena dengan konsisten, tulisan kita pasti akan berkembang dengan baik.

    BalasHapus
  11. @derpina : thanks banget kakak udah mau baca >.< okedeh, kritiknya aku udah catet semua, ke depannya aku bakal kasih yang lebih bagus lagi :D jadi senjata dari luar itu teman sesama penulis? sip deh :3

    @zegaisme : iya nih hahaha mau dipendekin juga gak bisa ;_; thanks

    @wandiawan : iya, emang sih gak ada yang instan tapi kalo dicoba hasilnya sepadan kok ;)

    @rahmat : bener banget kak, thanks ya tambahannya :D

    BalasHapus
  12. @rian nofitri : iya kak, bener, perlu juga untuk konsisten XD hahaha, makasih, sebenarnya banyak yang protes sih kenapa warnanya warna pink, apalagi para cowo, tapi ada yang bilang kawaii, saya jadi seneng :'))

    BalasHapus
  13. artikel yang sangat menarik ;D
    makasih dek, soalnya aku pengen jadi penulis ;)

    BalasHapus
  14. wah, lumayan harus ngebaca ulang dari tadi, gara-gara ada blockquotenya.. btw, postingnya keren..
    ijin bookmark. :)

    BalasHapus
  15. keren bgt!! terus semangat ya, makin kreatif, terus nge-post yg bermanfaat.. eh, btw, udh nyoba buat buku cerita belum? aku yakin kamu bisa, dari postingan kamu, aku tau kamu berbakat :))

    BalasHapus
  16. Ya Alloh mantep Selaki Postinggannya,,,
    makasih sob Moga makin Termotifasi tuk Teru Nulis:)

    BalasHapus
  17. Senjata yang paling sulit dicari itu komitmen, yang paling mahal itu kesehatan sama kepercayaan pembaca @_@
    Thanks, artikel yang bagus.

    BalasHapus
  18. hai. blognya lucu pinky2 gitu. tulisannya juga bagus. meskipun sebenernya materinya sudah umum, tapi karena ada gambar2 & uraiannya lengkap + jelas jadinya menarik banget. makasi! :D

    BalasHapus
  19. artikelnya keren, template blognya lucu + unyu :3
    kalau berkenan, mampir balik ke blog aku ya :)
    salam kawancut! :D

    BalasHapus
  20. Nice Post! keren nih, gue suka :)

    BalasHapus
  21. @muthi : iya kakak sama2, semoga mimpi jadi penulisnya bisa kesampean ya kak :D doaku padamu~

    @muhammad : eh? kenapa? tulisan yang di blockquote susah dibaca ya? sorry ;_; ke depannya saya akan lebih baik lagi. trims sudah berkunjung dan berkomentar :))

    @anonim : hahaha makasih banyak aduh saya senyum2 baca komentarmu XD gak kok, biasa aja ;-; tapi saya akan berusha nulis buku deh, udah jadi impian dari dulu XD

    @arif : makasiiiih :DDD amin.

    @insinyur : sip, makasih juga ya udah mau berkunjung dan berkomentar :3

    @deanova : makasih banyak kakak ;-; #nangisterharu

    @anisa : huehehehe XD iya aku udah visit back kok, udah komentar juga. salam kawancut ;3

    @febriansyah : makasih, makasih juga udah membaca dan memberi komentar ya :D

    BalasHapus
  22. nah iya aku seneng banget kalo dapet komentar dari pembaca, dan kalo lagi writersblock itu penyemangat banget ^o^)9
    keep writing!

    BalasHapus
  23. Membantu sekali ituuu :3 Thanks a lot, kakak ^^

    BalasHapus
  24. @iffa: thankies sayang :) i will always write!
    @faridah: iya sama2 dek seneng deh kalo bisa bantu ^_^

    BalasHapus
  25. Ini benar-benar menginspirasi saya untuk menulis (lagi) karena akhir-akhir ini semangat menulis saya hilang~ TvT

    Bolehkah saya menjadikan artikel ini inspirasi untuk artikel blog saya? Tapi pasti saya akan menyertakan link menuju blog ini, kok :)

    BalasHapus
  26. dulu baca tentang penyakit penulis, what makes good story good, dkk jadi pengen nulis :D skrg baca ini jadi lbh pengen nulis lagi >,<
    gaya menulisnya keren >,<

    BalasHapus
  27. Daebak !!.. mksih bnyak ka atas ilmu" nyah.. hmpir semua artikel udah aku baca.. thanks..

    BalasHapus
  28. Senjata andalan saya namanya Kesunyian. Bawa alat tulis (atau laptop), latihan nulis di tempat yang sunyi dan damai, pasti langsung masuk 'Zone' atau 'The Flow State.'

    Nice article by the way...

    BalasHapus

Hello there my friends! Feel free to give your :
¤ Opinion
¤ Suggestion
¤ Critic
¤ Story link (so that we can give comment to each other stories!)
¤ Request (if you want me to write something, just ask!)
Remember, I’m also a struggling writer, so I’m perfectly imperfect. Your feedback are pleased =)