(Fanfic Review) Hello? Hell-O?


[ Ulasan ini adalah salah satu hadiah untuk pemenang tantangan menulis fanfiksi yang saya adakan tiap dua minggu sekali, dengan tema “Klise” ]

“Hello? Hell-o?”



Sebuah fanfiksi Kuroko no Basuke yang ditulis oleh Naoto Shirogane dengan nama pena kay.kei.key.sky
Fanfiksi dapat di baca di sini
Saya sarankan untuk membaca fanfiksi ini sambil mendengar lagu Anna Waronker – Somebody’s Watching Me (klik di sini untuk membuka videonya di Youtube)
Selamat membaca cerita, dan jika berkenan kamu juga boleh meninggalkan review di cerita tersebut :)

Menegangkan. Itu adalah satu kata yang cocok untuk mendeskripsikan cerita ini.

Fanfiksi Kuroko no Basuke ini menonjol di tengah-tengah fanfiksi lain yang mengikuti prompt, karena posisinya sebagai satu-satunya fanfiksi dengan genre utama horror. Uniknya, berdasarkan pengakuan sang penulis sendiri, fanfiksi ini ditulis dalam waktu yang relatif singkat dan bahkan belum di-beta.

Saya tahu betapa sulitnya menulis cerita horror, terutama dalam hal membuat pembaca merasakan suasananya karena toh mereka tidak dapat melihat secara langsung ‘hantu’ di dalam cerita. Namun tidak butuh waktu yang lama bagi fanfiksi untuk menghisap saya ke dalamnya, hingga saya betah membacanya dari awal hingga akhir.

Walaupun horror, cerita ini cukup ringan untuk di baca saat mengisi waktu luang. Plotnya, tentang Akashi yang dihantui kekasihnya yaitu Tetsuya, cukup klise sesuai dengan tema yang diberikan. Walau begitu sang penulis dapat membawakannya dengan baik. Belum lagi dengan akhir cerita yang tidak dapat di tebak membuat fanfiksi ini menjadi semakin bagus di mata saya.

Tentu, tidak ada karya yang sempurna. Ada tiga ketidaksempurnaan yang berhasil saya temukan :

Pergantian universe cerita ini terasa tidak mulus.

Ada plothole, yaitu saat Akashi tidak dapat menghubungi Tetsuya. Namun Akashi hanya mengurung diri di kamar. Menurut saya, kalau Akashi benar-benar sayang Tetsuya, dia pasti akan mencari Tetsuya kemana pun, bukan hanya mengurung diri di kamar.

Kalau saja ada tokoh figuran dalam fanfiksi ini, cerita akan terasa lebih realistis.

Walau begitu, kak Naoto dapat menutupi kelemahannya dengan kelebihannya, sehingga pembaca dapat menikmati fanfiksi ini tanpa kendala yang berarti. Semoga ke depannya sang penulis dapat terus berkarya.

Pesan untuk Kak Naoto : Semoga saja dengan menangnya fanfiksi anda dalam prompt ini, anda bisa mengalahkan Sindrom Tabestry dan terus menulis ya :) Ditunggu karya-karya selanjutnya.

2 komentar:

  1. boleh nanya, sindrom tabesty itu sindrom apa ya? cari di mbah google dak dapat nih m(_ _)m
    #maafOOT

    dan mau baca ceritanya tapi sayangnya takut horror TAT #dibuang

    BalasHapus
  2. @cheen : tabestry sindrom itu sindrom punya banyak ide tapi ga bisa ditulisin :D

    wah sayang banget wkwkwk XD

    BalasHapus

Hello there my friends! Feel free to give your :
¤ Opinion
¤ Suggestion
¤ Critic
¤ Story link (so that we can give comment to each other stories!)
¤ Request (if you want me to write something, just ask!)
Remember, I’m also a struggling writer, so I’m perfectly imperfect. Your feedback are pleased =)