Tips Menulis Cerita yang Lebih Baik (Dengan Contoh)

Sumber
Hai, semuanya, apa kabar? Asha akan share tentang gimana caranya supaya kita bisa menulis cerita yang lebih baik. Ya, baik/tidaknya cerita itu relatif. Tapi umumnya ciri-ciri cerita yang tidak baik itu :
  • Tidak menarik minat pembaca dari awal
Faktor : sinopsis/judul tidak cukup menarik, atau memang tidak sesuai selera pembaca.


  • Membuat pembaca berhenti membaca di tengah cerita
Faktor : cerita tidak sesuai harapan, konflik berputar di situ-situ saja, tidak ada kemajuan yang berarti, bertele-tele atau terlalu banyak kesalahan teknis.


  • Tidak memberikan kesan kepada pembaca
Faktor : plot yang klise tapi tidak diolah dengan baik, alur dicepetin sehingga terlihat maksa, tidak ada feel, ending yang terkesan dipaksa/menggantung.

Kalau ceritamu memenuhi salah satu faktor di atas, jangan pesimis! Kalau kamu sudah memberikan yang terbaik tapi hasilnya belum bagus, bukan berarti kamu gak bisa maju lagi. Kamu masih bisa berkembang, asalkan kamu pantang menyerah. Semangat!

Nah, gimana cara mengatasinya? Berikut tipsnya :


1. Buat judul yang eye-catchy


Buat judulmu 'sedikit' ambigu dan menggambarkan keseluruhan cerita. Ini penting buat kamu yang mengirim cerita ke majalah. Editor majalah gamau repot dengan mengecek keseluruhan cerita, wong ada ratusan naskah yang masuk dalam sehari. Kalau judulnya aja ga menarik, ya buang.

Judul tidak harus memakai bahasa asing kalau tidak perlu. Hindari menulis judul yang terlalu panjang dan atau susah untuk diingat. Sitta Karina juga share tipsnya sendiri tentang cara buat judul yang eye-catchy, yang bisa di baca di sini.

Contoh :

Daripada menulis judul 'Cinta Pada Pandangan Pertama' lebih baik 'Unpredictable Love'. Kenapa? Karena judul pertama 'membocorkan cerita'. Kalau begitu, apa lagi yang mau kamu ceritakan?

2. Tulis sinopsis/summary yang menjual



Jika kamu menulis fanfic, hindari menulis 'abal, gaje, bad at summary,'. Kalau sudah tahu abal dan gaje, untuk apa dipublish? Sebagai alternatifnya, coba tulis konflik yang akan muncul di sinopsis, tapi jangan tulis tentang konflik tambahan/cara penyelesaian konflik. Biarkan itu jadi rahasia yang akan mengejutkan pembaca saat mereka membaca ceritamu. Buat pembaca simpati/tertarik pada konflik yang dialami tokohmu.

Contoh (yang buruk) :

Aleyna Kim, gadis biasa dengan kehidupan gak kalah biasa, tiba-tiba bertemu 12 cowo ganteng luar biasa! Gimana ya jadinya?

Contoh (yang baik) :

Apa yang akan kamu lakukan jika ada 12 cowo ganteng di rumahmu mengaku sebagai alien yang harus melindungimu?

a. Telepon polisi
b. Pergi ke dokter mata. Kalau gak ada gangguan pada mata, pergi ke rumah sakit jiwa.c. Jadikan mereka boyband dan jadilah manajer mereka.
d. Mencubit diri. Kalau tidak sadar juga, kembali tidur.
e. Percaya pada mereka.

Sebelumnya, Aleyna Kim hanya seorang pengangguran yatim piatu yang berusaha keras menjadi model. Namun hidupnya berubah saat 12 cowo nyaris sempurna berada di rumahnya. Mereka menyebut diri mereka EXO, alien dari planet Exorcism. Mereka juga punya kekuatan masing-masing! Bukannya mengurangi masalah, mereka malah menambah masalah! Anehnya, mereka bilang bahwa mereka harus melindungi Aleyna. Kenapa? Dan dari siapa?

3. Tampilkan sedikit 'cuplikan' konflik di pembukaan

Ini sih mau berantem namanya

Dari pada menulis pembukaan cerita yang biasa aja, akan lebih baik menulis pembukaan yang 'luar biasa'. Bahkan salah satu editor penerbit terkenal di Indonesia pun mengeluh, bahwa sering kali novel yang dikirim ke mereka diawali dengan pembukaan yang klise, dan akhirnya langsung ditolak bahkan tanpa dibaca keseluruhan ceritanya (bisa dibaca di sini).

Contoh (yang buruk) :

Pagi ini burung berkicau begitu indah. Hingga akhirnya semua itu rusak oleh karena alarm Karina yang berbunyi begitu nyaring. Karina terbangun dan memelototi alarm-nya. "Hah? Udah jam segini? Mamaaa, kok aku gak dibangunin sih? Aku kan jadi telat untuk ke hari pertama sekolah!"

(tuh, dari paragraf pembukanya aja, udah ketebak kan bakal gimana jalan ceritanya).

Contoh (yang baik) :

Untuk alasan yang dia tak mengerti, Marcus merasa gelisah hari ini. Jika selama ini pria berambut mahoni dengan warna mata serupa senang dengan bau ruangan, tidak kali ini. Mendadak ia begitu merindukan bau rumput basah yang diinjaknya, bau roti yang baru saja dipanggang di toko, bau parfum dari para wanita yang lalu lalang, dan segala bau absurd lainnya.

(lewat sini pembaca bertanya-tanya, kenapa si Marcus tiba-tiba gelisah? Selama ini emang hidupnya kayak gimana aja? And so on.)


4. Perkuat ceritamu!

Pokoknya ceritamu harus bisa believable

Banyak hal untuk memperkuat cerita kita, tapi menurut saya yang kita perlu hanya deskripsi yang bagus, karakterisasi yang baik, alur yang mengalir alami dan plot dengan konflik yang menarik. Ada satu faktor lagi, yaitu sudut pandang yang unik, tapi tanpa itu cerita juga bisa tetap menarik.
  • Plot dengan konflik yang menarik

Plot dengan konflik yang menarik (baik konflik utama ataupun konflik tambahan di akhir cerita) itu berguna banget bagi yang punya plot klise. Tambahkan konflik yang unik, atau sulit diatasi, namun tidak terkesan dipaksakan, sehingga pembaca jadi penasaran.
  • Deskripsi yang bagus

Deskripsi yang bagus itu perlu karena dengan deskripsi pembaca akan terhanyut ke dalam cerita buatan kita. Usahakan agar apa yang kamu tulis tetap dapat dimengerti pembaca, ada variasi kata-kata (tidak menggunakan kata-kata yang itu-itu saja), dan tidak bertele-tele :) Kamu juga bisa pakai konsep 'show, not tell.'.

Contoh deskripsi tanpa 'show, not tell' :

Fathur itu gendut dan menyebalkan. Setiap hari ia merampas bekal dari teman-temannya yang lain. Namun mereka tidak berani protes, karena tubuh mereka lebih kecil dibanding Fathur.

(disini semua udah dijelasin, jadinya pembaca ga bisa nebak-nebak. Otomatis cerita jadi bosenin)

Contoh deskripsi dengan 'show, not tell' :

Fathur mengambil bekal dari tangan Ari dan memakan isinya begitu saja. Ari melongo, namun tak bisa berkata apa-apa. Ari yang berbobot 35 kilogram tentunya kalah besar jika dibanding Fathur yang ber bobot 60 kilogram. Melihat Fathur yang memelototinya sebagai isyarat untuk tetap diam, Ari pun hanya bisa menunduk dengan mata yang berkaca-kaca.

(Di sini fakta diberitahu secara ga langsung, sehingga feel-nya lebih terasa.)
  • Karakterisasi yang baik

Buatlah penokohan yang terasa realistis :D Untuk penulis original fiction, kalau tokohnya aja gak menarik, apalagi ceritanya? Buat tokoh yang punya ciri khas dengan kepribadian dan kebiasaannya masing-masing. Jadi pembaca mudah membedakan para tokohmu. Bisa-bisa pembaca malah 'jatuh cinta' dengan tokohmu. Kalau bisa jangan buat tokoh yang sempurna, karena pembaca tidak bisa simpati padanya.

Untuk membuat tokoh dalam ceritamu itu 'hidup', posisikan dirimu sebagai tokoh tersebut, apalagi jika di ceritamu sudut pandangnya (point of view) terus berubah-ubah. Karena beda tokoh, beda juga reaksinya terhadap sesuatu.
  • Alur yang mengalir alami

Kadang saya membaca cerita yang bagus, tapi alurnya maju-mundur dengan tidak rapi. Jadi membacanya itu kayak naik roller coaster, karena kaget-kaget terus. Nah kalau misalnya kamu mau membuat alur seperti itu, cobalah membuatnya terkesan alami. Buatlah pergantian dari satu waktu ke waktu lain harus mulus.

Contoh pergantian waktu yang tidak mulus :

"Ibu, aku pergi ke sekolah dulu ya!" Lena berpamitan dan mengayuh sepedanya menuju ke sekolah.
"Lena, kamu sudah buat PR belum?" tanya Siska, teman sebangku Lena. Lena langsung menepuk dahinya, "Oh iya, lupa!"

(di sini tidak ada yang mengindikasikan keberadaan Lena, tiba-tiba aja udah nongol si Siska). 

Contoh pergantian waktu yang mulus :

"Ibu, aku pergi ke sekolah dulu ya!" Lena berpamitan dan mengayuh sepedanya menuju ke sekolah. Begitu ia sampai di kelas, ia melihat teman-teman sekelasnya sibuk berkutat dengan buku. Tiba-tiba saja seseorang menepuk pundaknya. "Lena, kamu sudah buat PR belum?" tanya Siska, teman sebangku Lena. Lena langsung menepuk dahinya, "Oh iya, lupa!"

(di sini dijelaskan lebih jelas, jadi alur ga terkesan lompat-lompat)
  • Sudut pandang yang unik

Jika biasanya ceritamu memakai sudut pandang orang pertama pelaku utama atau sudut pandang orang ketiga, kamu bisa memakai sudut pandang orang pertama pengamat atau sudut pandang orang kedua. Tentunya ceritamu jadi beda dari pada yang lain.


5. Jangan tulis hal-hal yang gak dibutuhkan



Seperti tokoh yang tanpa dia pun cerita masih bisa berjalan, deskripsi yang bertele-tele, percakapan garing dan adegan gak penting. Seimbangkan jumlah narasi dan dialog, jadi tidak terkesan monoton.


6. Jangan buat ending yang ga nyambung!

 

Ending harus realistis, bukan seperti dipaksakan. Ingin membuat ending yang gantung? Itu wajar kalau kamu ingin membuat sekuel. Karena dengan begitu pembaca akan ingin membaca cerita berikutnya. Tapi jangan buat ending yang gantung hanya karena ingin buru-buru menamatkan cerita atau tidak bisa memikirkan akhir yang pas.

Udah punya ide cerita tapi gak ada ide untuk penutupnya? Lebih baik kamu simpen dulu, refreshing, baru cari ide lagi. 'Kan sayang kalau ceritamu punya potensi tapi malah kamu paksain selesai dengan cara yang gak berkepri-penulisan banget.

Contoh ending yang dipaksakan :

A sama B pacaran, tapi C si saudara B suka sama A. Awalnya A nolak C, tapi lama-lama A jadi suka sama C. Endingnya C pacaran sama D. Padahal cerita gak pernah mengungkit tentang hubungan C dan D. Aneh 'kan?

Contoh ending yang gantung :

A sama B pacaran, tapi C si saudara B suka sama A. Awalnya A nolak C, tapi lama-lama A jadi suka sama C. Tapi C udah mulai deket sama D. A pun ngaku ke B kalo dia suka C, dan tiba-tiba muncul C dan D yang mendengar semua itu. B pun marah dan mutusin A. Lalu tiba-tiba tamat gitu aja.

Contoh ending yang baik :

A sama B pacaran, tapi C si saudara B suka sama A. Awalnya A nolak C, tapi lama-lama A jadi suka sama C. Tapi C udah mulai deket sama D. A pun ngaku ke B kalo dia suka C, dan tiba-tiba muncul C dan D yang mendengar semua itu. B pun marah dan mutusin A. Lalu C jelasin ke A kalo dia udah pacaran sama D. Endingnya, A pun belajar dari kesalahan dia.


7. Jangan terlalu banyak melakukan kesalahan teknis



Apalagi sampai tingkat yang tidak bisa ditoleransi. Karena itu hanya membuat pembaca ilfil dan berhenti membaca di tengah. Tenang, cara mengatasinya bisa dibaca di sini.

Ingat, kita sedang menulis, bukan dikejar rentenir karena belum bayar cicilan panci. Hindari buru-buru menamatkan cerita. Nikmati saja prosesnya. Boleh saja mempercepat alur, tapi kalau kita tidak pandai menyiasatinya, itu malah bisa mengurangi kualitas cerita kita. Sayang 'kan? Pembaca bisa lho membedakan cerita yang ditulis dengan baik dengan cerita yang ditulis karena kepepet.

Oh ya, Baik/tidaknya cerita itu relatif. Jadi kalau kamu ada tips lain berdasarkan versimu sendiri, silakan komentar. So, enjoy yourself and your writing! ^o^ Tetap semangat berkarya ya! :D

HAYO, TANTANG DIRIMU!

Coba kamu cek ceritamu yang mendapat respon paling positif dibanding cerita yang lain. Lalu, carilah cara agar ceritamu yang mendapat respon positif paling sedikit menjadi cerita yang mendapat respon positif paling banyak, lewat tips di atas. Good luck!

39 komentar:

  1. Halo, senpai~ :3 /digiles lagi/
    Hahaha, bercanda desu... Saya baru-baru ini menelusuri blog ini dan.... OAO akhirnya dapet saran lagi!! Makasih banyak desu~ :3 Yosh! waktunya menulis lagi~! /ditimpuk sepatu/

    BalasHapus
  2. @yang di FB : aduh nama kamu siapa say? XD pasti cewe kan :3 waaah seneng deh mendengarnya, semoga post saya ini bermanfaat ya, terus semangat menulis \^o^/

    BalasHapus
  3. mbak asha tengkiu sarannya :)
    berguna bagettt. tapi aku kesulitanku sampe saat ini nentuin konflik .. bagian awalnya udah lumayan giliran bagian tengah aku malah bingung bgett gmana ya caranya mbak asha??

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah dijawab ya dalam post lain, coba deh dicek :D

      Hapus
  4. Uwooh *w*.. Sugoi, Asha-chan! Tips-tipsnya ngena banget >0< , makasih udah posting~

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama, dear, thank you for your visit! :)

      Hapus
  5. Wah, terima kasih! Blognya keren dan tipsnya untuk menulis berguna sekali untuk saya :) ah ngomong2 kalau boleh saya bertanaya, blockquote-nya cantik sekali bikin sendiri? Bisa beri tips kah? :D maaf kalo berkesan OOT!

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah dijawab dalam post yang lain, silakan dicek ;)

      Hapus
  6. Kebetulan saya juga lagi nulis beberapa proyek fic dan suka ngadet, dan semangat saya berhasil naik lagi karena pos ini--makasih ilmunya ya, Asha-san! (/o w o)/

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama, good luck untuk proyek kamu yaaa! :D

      Hapus
  7. duh kak makasih loh tipsnya {} jadi makin hobi nulis nih

    BalasHapus
  8. wah penulisnya masih eksis ngeblog kah? ^^

    BalasHapus
  9. Doumo Arigatou Gozaimasu !!
    sangat membantu

    BalasHapus
  10. Baru pertama menulis??pingin menulis tentang kisah hidup sendiri....thanks ya pelajarannya:)

    BalasHapus
  11. waah terimakasih .... ini sangat membantu :3

    BalasHapus
  12. Arigatou... Tips2nya rinci,,, bagus buat referensiku..

    BalasHapus
  13. menarik,trima kasih telah mnambah pngetahuan.

    BalasHapus
  14. Thankss ngebantu banget nih :)

    BalasHapus
  15. Thx jack! Jhon:!bro! Sis! Roger! Robert!?

    BalasHapus
  16. paling masalah point of view nya. tolong kasih saran.lebih baik sudut pandang apa? agar pembaca mengerti apa maksudnya
    -sudut pandang orng pertama
    -sudut pandang orang ketiga serba tahu
    -kedua-duanya
    -atau sudut pandang lainnya?

    oh ya sempet baca sudut pandang orang pertama pengamat atau orang kedua itu contoh nya gimana ya? tolong pencerahannya

    BalasHapus
  17. Mks kak tipsnya. aku jadi ngerti gimana biar bisa bikin cerita yg menarik. sekali lg mks y kak buat artikel yg sangat bermanfaat ini

    BalasHapus
  18. Hatur tengkyu tipsnya sis sangat membantu 😄

    BalasHapus
  19. Tipsnya sangat membantu bagi pemula😂😂aku sampe bingung mau mulai nulis cerita dari mana duli

    BalasHapus
  20. Tipsnya sangat membantu bagi pemula😂😂aku sampe bingung mau mulai nulis cerita dari mana duli

    BalasHapus
  21. Tipsnya sangat membantu bagi pemula😂😂aku sampe bingung mau mulai nulis cerita dari mana duli

    BalasHapus
  22. sunshinearva25 Juli 2016 22.58

    Kak, makasih banget tipsnya. Saya jadi semangat buat menulis fanfic. masalahku juga berada di sudut pandang dan suka bingung lanjutinnya. Makasih sensei!! :))

    BalasHapus
  23. bagus bagUS , jangan lupa kunjungi blog saya juga ya http://abay-story.blogspot.co.id/2016/09/cerita-fiksi-true-love-part-1.html

    BalasHapus
  24. Bermanfaat sekali infonya 😊

    BalasHapus
  25. Bermanfaat sekali infonya 😊

    BalasHapus
  26. Sepertinya ini bisa jadi modal buat menulis cerita. thanks. ( Too many mistake i made in my own story)..

    BalasHapus
  27. Huuuuuu Berguna sekaliiiii , dapet secercah inspirasiii T_T
    Makasiiii

    BalasHapus
  28. terimakasih atas saranya sensei saya lebih semangat lagi buat cerita.sayang kalau kemapuan otak saya nggak di gunakan sebagai orang yang mempunyai kemampuan banyak kosakata saya yakin dapat mengikuti langkah-langkah di atas.arigatou gozaimasta.sensei

    BalasHapus
  29. Aku pengen jadi penulis karna begitu banyak imajinasi di otak ku juga aq dah punya konsep serperti apa, tp kadang aku ga bisa cara penyampaianya atau penjabaran nya. Jadi aku takut salah, apalagi aku bukan orang yg pinter kayak mereka tp kadang waktu aku baca cerita yg kurang penjelasan nya padahal bagus cerita nya sih, aku mikir mungkin mereka jauh lebih hebat drpda aku yg punya niat tapi belum bs mulai
    Tp dengan mencari tahu akan lebih bermanfaat buat ku
    Makasih untuk ilmu yg sudah di bagikan, buat orang yg bodoh kyk aku itu manfaat banget

    BalasHapus
  30. aku sudah buat cerita, tapi kayaknya terlalu banyak percakapan antara tokohnya daripaada ceritanya. giman ya bikin biar percakapannya ga terlalu banyak?\

    BalasHapus

Hello there my friends! Feel free to give your :
¤ Opinion
¤ Suggestion
¤ Critic
¤ Story link (so that we can give comment to each other stories!)
¤ Request (if you want me to write something, just ask!)
Remember, I’m also a struggling writer, so I’m perfectly imperfect. Your feedback are pleased =)