7 Kesalahan Teknis Menulis (Dengan Contoh)

Source
Hai! Apa kabar? :D Hari ini Asha mau mengulas tentang 7 kesalahan teknik menulis (yang sering dibuat penulis pada umumnya) dan cara memperbaikinya. Menulis dengan baik itu salah satu faktor agar cerita kamu bagus. Memang ada faktor lain seperti penokohan, plot, alur, dll namun seapik-apiknya kamu menyusun, kalau cara menulis kamu masih acak-acakan pembaca bakalan keburu ilfil. Sayang banget 'kan?

Karena itu langsung saja ya kita bahas kesalahan yang sering dibuat penulis dan cara memperbaikinya :)



1. Tanda baca yang terlupakan

Yup! Sekecil-kecilnya tanda baca, tapi ada pengaruhnya juga. Tanda baca berfungsi membuat jeda membaca, dan juga mempengaruhi kerapian tulisan.


Contoh kesalahan yang sering dibuat :

"aku pergi dulu ya kak" sahut Fiona yang langsung kabur begitu saja takut dilarang oleh kakaknya


Bandingkan dengan berikut :

"Aku pergi dulu ya kak!" sahut Fiona yang langsung kabur begitu saja, takut dilarang oleh kakaknya.


Hayo, mana yang lebih enak dibaca? :)

2. Bahasa tidak baku/naik turun ala matematika


Tidak ada salahnya menggunakan bahasa tidak baku jika kamu menulis kisah yang ringan. Namun bahasa tidak baku tersebut hanya berlaku dalam dialog, bukan dalam narasi. Contoh kesalahan yang sering dibuat:

"Gak lucu candaan lu, Va! Gue gak percaya Dino selingkuh. Dia cowo setia!" Vanessa cuma bisa menatap nanar Nana, sahabatnya yang kini gak bisa percaya sama dia.
 
Bandingkan dengan berikut :

"Gak lucu candaan lu, Va! Gue gak percaya Dino selingkuh. Dia cowo setia!" Vanessa hanya bisa menatap nanar Nana, sahabatnya yang kini tidak bisa percaya padanya.

Lalu, apa itu bahasa naik turun kayak matematika? Tentu saja bahasa 4LaYyY...!!! Hindari bahasa alay sejauh mungkin!


3. Penempatan huruf kapital

Kesalahan kecil yang efeknya cukup besar, sayangnya sering dilupakan! Selain di awal kalimat, huruf kapital perlu untuk awal kalimat langsung, nama orang, nama tempat, nama jabatan, dsb.

Contoh kesalahan yang sering dibuat:

"iya adik sayang, kakak janji bakal beliin kamu boneka yang di pasar malam itu," risa mengiggit bibir, menahan keroncongan karena tidak bisa mengamen hari ini. namun demi adik sekaligus keluarga satu-satunya, apa salahnya dia berkorban?

Bandingkan dengan berikut :

"Iya adik sayang, kakak janji bakal beliin kamu boneka yang di pasar malam itu," Risa mengiggit bibir, menahan keroncongan karena tidak bisa mengamen hari ini. Namun demi adik sekaligus keluarga satu-satunya, apa salahnya dia berkorban?

4. Pencetakmiringan istilah asing

Penting ya? Ya, penting banget! Asha sendiri sering gatal melihat kata atau kalimat bahasa asinjg yang tidak di-hurufmiringkan atau di-italic.

Mau bahasa Inggris, Jepang, Korea, Jawa, Bali, selama itu bukan bahasa Indonesia, ada baiknya di huruf miringkan. Boleh juga disertai catatan kaki arti dari bahasa yang dipakai tersebut.

Contoh kesalahan yang sering dibuat :

    "Arigatou," "Gomawo," Samuel dan Karina berpandangan, kemudian meledak dalam tawa.
    "Kamu ini, benar-benar otaku sejati," goda Karina.
    "Daripada kamu? Kpoppers fanatik. Tiap hari bahas Super Junior melulu!" ledek Samuel.


Bandingkan dengan berikut :

    "Arigatou," "Gomawo," Samuel dan Karina berpandangan, kemudian meledak dalam tawa.
    "Kamu ini, benar-benar otaku sejati," goda Karina.
    "Daripada kamu? Kpoppers fanatik. Tiap hari bahas Super Junior melulu!" ledek Samuel.

Tips : Pastinya capek 'kan kalau harus mencetakmiring kata-kata asing? Padahal kata tersebut sering muncul di dalam cerita kita. Tenang, tenang, ada solusinya. Ketik saja karyamu sampai selesai, kemudian gunakan 'Replace'. Mudah 'kan?

5. Tidak ada pemisah dari satu paragraf ke paragraf berikutnya

Walaupun untungnya kesalahan ini paling jarang dibuat, tapi tetap ada! Dan gak jarang juga kesalahan seperti ini bikin bingung pembaca.

Contoh kesalahan yang sering dibuat :

    "T-Tapi, kenapa kita harus putus?" Avielle terbata di tengah isakannya.
    Len menghela napas. Baginya ini semua sederhana. "Aku hanya tidak mencintaimu lagi,"
    Avielle mendongak, menatap Len dengan mimik wajah tidak percaya. Yang langsung dibalas dengan tatapan dingin pria itu.
    "Berhentilah menangis, Avielle. Kau gadis yang cantik, kau berhak mencari yang lebih baik," Len berucap lirih. Membiarkan tubuhnya memutar dan mengambil langkah dari situ, meninggalkan Avielle dalam kesendirian.
    "Ke mana papa dan mama?" tanya Len.
    "Hah, apa?" Konsentrasi Yuri pada drama yang ditontonnya terpecah oleh pertanyaan kakaknya. "Oh, itu, gak tahu," Ia pun dengan cueknya melahap popcorn.
    Len mendecak, kemudian mengambil jus di kulkas dan menegaknya sampai habis.

Bandingkan dengan berikut :


    "T-Tapi, kenapa kita harus putus?" Avielle terbata di tengah isakannya.
    Len menghela napas. Baginya ini semua sederhana. "Aku hanya tidak mencintaimu lagi,"
    Avielle mendongak, menatap Len dengan mimik wajah tidak percaya. Yang langsung dibalas dengan tatapan dingin pria itu.
    "Berhentilah menangis, Avielle. Kau gadis yang cantik, kau berhak mencari yang lebih baik," Len berucap lirih. Membiarkan tubuhnya memutar dan mengambil langkah dari situ, meninggalkan Avielle dalam kesendirian.    
 

    xxx

    "Ke mana papa dan mama?" tanya Len.
    "Hah, apa?" Konsentrasi Yuri pada drama yang ditontonnya terpecah oleh pertanyaan kakaknya. "Oh, itu, gak tahu," Ia pun dengan cueknya melahap popcorn.
    Len mendecak, kemudian mengambil jus di kulkas dan menegaknya sampai habis.

Jadinya tidak bingung, bukan? :) Walaupun sederhana, sering kali saya menemukan kesalahan ini di dalam banyak cerita.


6. Diksi kata yang tidak bervariasi

 
Satu faktor lain yang sering terlupakan. Untuk apa diksi harus bervariasi? Tentu saja supaya pembaca ga bosan dan karya kita semakin bagus lagi.


Bahasa Indonesia itu sinonimnya banyak, jadi tidak ada salahnya bereksperimen menggunakan kata ini itu untuk memperkaya kosakata kita. Asalkan nyambung, gak bertele-tele dan gak terkesan memaksa ya!
Perhatikan juga dari masa mana kata tersebut. Kalau kita menulis cerita remaja, pastinya gak cocok 'kan memakai istilah jaman baheula? Kalau kita menulis cerita metropop, gak cocok juga 'kan pakai istilah remaja? Dan sebagainya.

Tips : Ga mungkin kita bisa menghapal semua kata-kata 'puitis' di dalam bahasa Indonesia. Wong, banyak gitu. Tenang, Asha punya cara tersendiri.



1. Memakai kamus Bahasa Indonesia - Bahasa Indonesia, kamus Tesaurus, atau buku panduan lainnya.
2. Kalau kamu punya banyak waktu luang, sempatkan dirimu membaca novel. Lalu, saat ada kata yang menurutmu "Bagus nih!" kamu catat. Kamu seperti membuat kamus.
3. Kamu baca karya orang lain. Kalau bagus, kamu simpan di data komputer kamu. Kamu bold, italic, atau underline kata-kata yang menurutmu bagus.

Jadi sewaktu-waktu kamu menulis dan bingung mau memakai kata apa, kamu tinggal otak-atik 'kamus' kamu.


7. Typo alias salah ketik
 
Salah ketik? Wajar! Novel di toko buku aja juga ada kata-kata yang salah ketik, kok. Tapi kalau kebanyakan, bikin gak nyaman juga. Jadi sempatkan waktumu untuk mengecek kembali karyamu ya :) Don't be lazy!

Nah, kesalahan mana yang sering kamu buat? Tidak apa-apa berbuat salah, karena manusia tidak ada yang sempurna (termasuk saya sendiri). Penulis yang baik harus rajin berlatih, agar bisa memperbaiki kualitas menulisnya. Memang prosesnya tidak mudah dan lama, tapi hasilnya sepadan kok :D



HAYO, TANTANG DIRIMU!

Dari 7 kesalahan teknik menulis di atas, manakah yang paling sering kamu lakukan? Coba perbaiki dalam waktu yang kamu tentukan sendiri (misalnya dalam seminggu, sebulan, dan sebagainya). Kalau misalnya gagal terus karena udah terlanjur jadi kebiasaan, jangan putus asa. Kebiasaan emang susah dihilangin tapi bukan berarti gak bisa dihilangin ;)


Selamat mencoba ya :) Semangaaat!!!

Sumber referensi : Pengalaman pribadi dan forum diskusi penulis FFN

8 komentar:

  1. aaa ... kak Asha,ini blog baru ya? bagus banget isinya... keep write! ;)

    BalasHapus
  2. @ulya : aduh makasih dek, iya ini baru ;_;

    BalasHapus
  3. Uwaaa membantu banget. Apalagi yang terakhir itu, aku ini tipe-tipe pemalas ;w; #Plok

    Btw, kak Asha, bikin artikel tentang POV 1 dong. Gimana cara mengatasinya biar narasinya gak garing atau terkesan sok tahu. Sama contohnya juga ya. Arigatou ;; Ditunggu loh

    BalasHapus
  4. @anonim : waaah masa sih? hehehe XD yaudah yang semangat menulis ya ;) iya nanti kakak usahain buat.

    BalasHapus
  5. penempatan tanda baca kadang masih sering salah :(

    BalasHapus
  6. Kasih tau cara penempatan footnote pada bahasa asing donk,kak ..

    BalasHapus
  7. Sangat membantu^^ tapi itu yang super junior kan nama boyband. Memangnya itu juga harus dihuruf miring, ya?

    BalasHapus

Hello there my friends! Feel free to give your :
¤ Opinion
¤ Suggestion
¤ Critic
¤ Story link (so that we can give comment to each other stories!)
¤ Request (if you want me to write something, just ask!)
Remember, I’m also a struggling writer, so I’m perfectly imperfect. Your feedback are pleased =)