20 Masalah Dalam Menulis dan Cara Mengatasinya

Source
Hai semua! \^o^/ Masalah dalam menulis itu banyak. Serius. Tapi saya udah berusaha tulis dengan singkat dan lengkap :) Supaya bacanya gak kepanjangan, mending kamu baca aja mana masalah yang sedang kamu hadapi. Yuk, langsung aja ke tekapeh! :D 

Glosarium 
Reader : Pembaca
Author : Penulis
Summary : Sinopsis
Review : Komentar
Flame : Kritik pedas, pada umumnya tidak membangun


1. Sulit menentukan judul

Padahal menentukan judul termasuk gampang lho, karena kita yang paling tahu cerita kita :) Anggap aja ini sebuah game! Ini nih syarat-syarat game-nya :3
Tentukan waktu untuk berpikir, bisa maksimal 1 menit, 2 menit, dst.
Kamu harus tulis 1-6 kata yang merangkum seluruh isi ceritamu (misalnya Apel Merah karena di ceritamu apel merah memegang peran yang penting).
Kata-katanya ga boleh kepisah, alias nyambung.
Boleh pakai bahasa asing, tapi usahakan simple agar mudah diingat.
Usahakan  buat judul yang bikin pembaca gak bisa nebak jalan ceritanya.
 Hayo, siapa bilang buat judul itu susah? :D Ini namanya brainstorming  ^3^


Kenapa emangnya kalo judulnya pasaran?


Ya gapapa sih. Tapi kalau judulmu pasaran, akan jadi sulit di cari. Misalnya kamu cari cewe bernama ‘Jessica’ di sekolah, sedangkan di situ ada 5 orang yang bernama sama. Kamu sendiri ga ingat nama akhir Jessica, mau ga mau kamu harus cek satu-satu ‘kan mana Jessica yang kamu cari?

Terus kenapa kalau judulku ga nyambung/ga menarik?


Masalah sih gak. Tapi sayang dong kalo ceritamu bagus tapi judulnya ga mengundang selera. Sayang juga kalau reader kepincut dengan ceritamu karena judulnya, tapi ceritamu sendiri gak berkaitan dengan judulmu. Ini bisa jadi nilai minus.


2. Alur terpaksa dicepetin 

Karena sibuk atau supaya ga bertele-tele, mau gak mau alur dicepetin. Gak masalah asal gak ketahuan, bisa kamu siasati dengan baik dan gak menganggu jalan cerita. Jangan sampai deh, reader tahu. Dan kamu gak perlu juga kasitau, kecuali readermu nanya :3 Biarlah itu menjadi rahasia di antara kita #tsaaah.

3. Sedikit review dan reader
Me too, garfield, me too.
  
Ingat! Review bukan segala-galanya. Kamu menulis untuk menyalurkan ide dan bikin hatimu senang. Reader itu bonus. Kalau di review bagus, kalau gak ya woles. Dengan ini kamu gak cepet putus asa dan mau terus berkembang, karena kamu menulis berdasarkan passion kamu, bukan kata orang. 

Setelah itu, intropeksi! Kalau kualitas ceritamu yang kurang, coba perbaiki lagi (silakan baca ini). Setelah itu, cintailah ceritamu! Terus, belajarlah jadi sales dengan sepenuh hati (‘-‘)b

...Hah? Jadi sales?

Iya, bener, jadi sales! Saat saya mempromosikan cerita saya, saya berusaha meyakinkan orang kalau cerita saya layak dibaca, dan mereka gak akan nyesal karena udah abisin waktu untuk baca cerita saya. Caranya simple kok, cukup pandai-pandai dalam memilih kata. Ini contohnya.


Saat kau meratapi kepergiannya, sadarkah kau bahwa dia ada di sampingmu, frustasi karena kau tak bisa melihatnya? Tangannya menggapai udara, suaranya membentur kehampaan, namun kau tak kunjung sadar. Bacalah dan kau akan mengerti.

Sebenarnya, belum tentu reader ga pernah merasakan kehilangan. Tapi dalam summary, saya buat seolah-olah kesedihan dalam cerita itu lebih sedih dari kesedihan yang pernah reader rasakan. Dan reader baru benar-benar ngerti kalo udah baca. Kalau gitu mau gak mau reader harus baca ‘kan? 

Terakhir, promosi di socmed (perbanyak teman yang suka menulis dan atau membaca!). Jangan cuma share link aja ya, promosikan dengan menarik agar orang tertarik baca, ok? ;)



4. Muncul ide saat sedang sibuk 

Saat lagi sibuk-sibuknya, semua ide mendadak muncul dan bikin kamu pusing. Kalau kamu bukan penulis, tentu kamu harus memprioritaskan kesibukanmu yang lain. Ide yang muncul itu disimpen aja dulu sampai kamu punya waktu untuk menulisnya. Atau kamu cicil menulis setiap hari sesuai kemampuan kamu.
Tapi aku malah keburu lupa sebelum idenya sempat ku catat T^T


Kalau gitu, kamu harus melatih ingatanmu. J.K Rowling sendiri mendapat ide tentang Harry Potter di dalam kereta, dan dia berusaha keras mengingatnya selama perjalanan. Kalau idenya udah bener-bener nempel, baru kamu tulis dan kamu kembangkan. Kalau keburu lupa, anggap aja bukan jodoh.


5. Muncul ide saat sedang menulis cerita lain
Once upon a time... terus ngeblank.



Ini nih, beberapa pilihan metode yang bisa kamu pakai :


Tinggalin sebentar cerita yang lama, tulis cerita yang baru.
Kelebihan : Kalau bosen sama cerita lama, bisa refreshing dengan menulis cerita baru.
Kelemahan : Cerita lama terancam terbengkalai.


Lanjutin cerita yang lama, tulis cerita yang baru belakangan
Kelebihan : Cerita lama gak terbengkalai, dan kita udah ada cadangan cerita yang akan ditulis begitu cerita lama selesai ditulis.
Kelemahan : Keburu lupa atau hilang mood sama cerita yang baru.


Pindah-pindah. Kalau lagi mood tulis cerita baru, tulis cerita baru. Kalo ga, ya tulis cerita lama.
Kelebihan : Selain ga cepet bosen, kedua ceritanya cepat selesai.
Kelemahan : Bisa jadi kedua cerita tidak maksimal karena lompat-lompat.


Silakan pilih yang cocok sama kepribadianmu :3 Kalau saya suka yang ketiga karena saya mudah bosan.


6. Cerita terasa klise/membosankan

Coba baca dulu ini sebelum tahu ceritamu klise/tidak ;D Disitu juga tertera cara mengatasinya kok. Tapi ingat, klise itu tidak salah selama bisa kamu olah dengan baik.

7. Susah rutin menulis cerita

Susahnya jadi murid ye...

Gunakan teknik freewriting, di mana kamu bebas menulis apa aja yang ada di pikiranmu. Seperti nulis diary, tapi mungkin lebih abstrak lagi. Berapa lama menulisnya? Tulis tangan atau diketik? Terserah kamu. Kalau Asha menulis selama lima belas menit dengan cara menulis secara manual (pakai tangan). Ini untuk olahraga tangan aja, supaya bisa rutin menulis setiap harinya. Jadi saat ada waktu untuk menulis cerita, rasanya gak kaku lagi ;) 

8. Plotnya lari-lari 

Emangnya plot punya kaki? Coba deh kerangka cerita. Kalau kamu ada ide baru dan ternyata cocok dengan ceritamu, kamu boleh menulis ulang/memotong bagian yang dianggap ga penting. Kalo pun bisa dibuat jadi cerita bersambung, dibuat aja, jangan dipaksakan jadi cerita yang sekali baca langsung habis. Kalo ceritamu masih bisa berjalan tanpa ide baru, ide baru itu bisa dimasukkan saja ke cerita baru.


9. Memulai menulis

Writer's block rese!

Saya juga pernah merasakan hal yang sama. Udah ada ide, udah nyusun plot, pas di depan laptop, malah bengong. Ada tiga cara untuk masalah ini, yaitu : paksain diri untuk nulis, tinggalin sebentar untuk refreshing, atau pancing diri sendiri lewat teknik freewriting. Kamu boleh coba ketiganya untuk tau yang mana paling efektif. 

10. Gak ada ide dan atau mood 

Kamu bingung mau nulis apa? Mulailah menulis dari hal yang paling dekat denganmu, jadi ga ribet. Untuk mengendalikan mood, coba deh, disiplinkan diri menulis setiap hari. Bisa jadi kamu nulis perasaanmu, ide, atau potongan scene yang ingin kamu masukkan ke cerita. Kalau bisa jangan meng-edit cerita kalau belum selesai, karena bisa buat mood dan imajinasi hilang. Tulis dulu apa adanya, supaya kamu tahu sejauh mana kemampuanmu. Kalau masih kurang, coba baca ini deh ;)

11. Kekurangan motivasi
Gue udah gak ada motivasi lagi, sob

Coba inget lagi tujuan utama menulis, tulis gede-gede dan tempel di kamar. Terus coba buat target, sehari mau ngetik berapa banyak sesuai kemampuan. Satu kalimat juga oke, dan hasilnya ga harus sempurna. Ingetin dirimu, kalo kamu ga nulis sehari aja, berarti kamu ngelewatin kesempatann untuk kamu berlatih jadi penulis yang sukses =))  

12. Sulit menulis transisi dari satu adegan ke adegan lain dengan baik 

Untuk menghindari hal ini, jangan mengganti adegan secara tiba-tiba. Jelaskan pelan-pelan tokohmu berada di mana dan hendak ke mana. Jangan buat tokohmu berada di rumah, lalu akhirnya berada di sekolah, padahal sebelumnya tokoh gak ada mengungkit apa-apa tentang sekolah.

Setelah itu, coba pandang dari sudut pembaca dan tokoh sendiri. Apa yang perlu kamu tambahkan atau kurangi agar cerita terasa alami? Tapi ada baiknya kamu intropeksi ceritamu setelah menulis cerita sampai selesai, agar mood-nya gak keburu hilang karena mengedit kesalahan. 

13. Gak bisa konsentrasi

Coba jauhin hal-hal yang bikin gak fokus. Buatlah komitmen, misalnya kamu berhasil konsentrasi menulis tanpa online/nonton (makan dan mandi tetep harus jalan lho ya) kamu akan memberi dirimu hadiah ;) Setelah menulis sesuai waktu yang kamu tentukan, kamu boleh nge-break 15 menit, misalnya. Jadi kamu ga harus tersiksa karena nahan godaan lama-lama. 

14. Bingung cara mendeskripsikan perasaan ini sesuatu

Ampun, aku gak bisa nulis deskripsi yang keren!

Don’t think too much, dan kata-kata akan mengalir sendiri. Kalau gak bisa nulis bagian itu, skip dulu, tulis bagian lain yang lebih mudah. Gak usah mikir kalo deskripsimu itu harus sempurna and what-so-ever. Tulis aja apa yang ada di otak. Kamu juga bisa banyak baca cerita yang satu genre denganmu untuk jadi referensi, tapi bukan berarti ditiru gaya nulisnya ya :3 

15. Diksi kata kurang bervariasi 

Kalau kamu tidak mau memakai kata yang sama berulang-ulang, coba buat kamus sendiri. Caranya, tiap kali kamu kata/kalimat yang bagus di puisi/cerpen/novel, kamu catat. Jadi saat kamu bingung, kamu bisa melihat kamusmu, agar diksimu semakin bervariasi.

Tapi aku bingung gimana caranya menjadikan ide di otak ke tulisan

Anggap aja seperti main puzzle. Pertama kamu tulis sepotong-potong, dari awal sampai akhir cerita. bahasanya gak perlu baku, anggap aja kamu lagi cerita ke teman kamu. Kalo bingung mau ngomong apa, pake 5W + 1H aja. Kayak gini :

“Oh, pertama Alan ketemu sama Kristoff. Di mana? Di sebuah tempat. Tempat ini tuh, banyak bangunan tua, gak terawat, tapi kelihatan cantik. Alan itu ganteng, pakai kacamata, matanya biru. Apalagi si Kristoff.” Dan seterusnya. Baru nanti kamu susun jadi kalimat :D 

16. Rasa minder yang tak berkesudahan (?)



Hanya dengan percaya bahwa kamu dapat melakukannya, itu berarti 50% kesuksesan sudah ada di tanganmu! - Primadonna Angela
Supaya semangat terus, cari saja kata-kata mutiara dari penulis terkenal di google atau goodreads.com :D Reader itu bisa lho, membedakan mana cerita yang dibuat dengan hati, dengan hati-hati, dan dengan asal. Reader juga bisa membedakan author yang pede dan yang gak. Semuanya bisa terlihat dari cerita yang dibuat. Nah, kalau kamu aja gak menulis dengan perasaan dan pikiran yang positif, jangan salahkan siapa-siapa kalau orang lain begitu juga :) Cintai dulu karyamu, baru orang lain bisa cinta juga, oke? 

17. Kena plagiat 

Karyamu diplagiat? Sebentar, tepuk tangan dulu dong. Berarti ceritamu bagus sampai diplagiat. Nah setelah itu, coba tegur plagiatornya. Kalau dia gak mau berubah, kamu boleh blokir dia, dan proteksi karyamu lebih ketat lagi. 

18. Dituduh plagiat/niru/semacamnya


Nah, ini kebalikan dari yang tadi. Dituduh plagiat/niru! Santai dulu. Pertama, minta buktinya. Kalo dia salah, udah maafin aja. Kalo dia salah dan masih ngotot, cuekin aja. Kalo kamu terbukti agak meniru karyanya, minta maaf dan berusaha agar lain kali menulis dengan lebih original. Gampang ‘kan? Jangan sampai peristiwa kayak gini bikin down :3 

19. Dikritik dengan bahasa yang pedas nan tajam


Bedakan flame dengan konkrit ya. Konkrit itu walaupun pedes tapi ada poin-poin yang berguna untuk memperbaiki cerita. Kalo flame itu caci maki tanpa alasan yang jelas. Kalau di flame, mending cuekin aja. Kalau dia flame terus-terusan, silakan block dia. Jangan ambil hati kata-kata yang kasar. Penulis profesional saja pasti dikritik. Jadi kamu harus bisa menghadapi kritik dengan kepala dingin, seperti apapun isinya :D 

20. Bosan menulis/merasa terbebani 

Menulis itu di bawa santai aja, apalagi kalo tujuannya untuk menyenangkan diri sendiri. Kalau kamu bosan, kamu bisa coba melakukan hobi kamu yang lain, baru mulai menulis lagi ;) Jangan patah semangat ya!

HAYO, TANTANG DIRIMU!

 Adakah masalah di atas yang masih menimpamu? Coba cari tahu akar dari masalah tersebut dan coba cari solusinya. Ga perlu buru-buru, karena kadang jawaban dari masalah ditemukan lewat trial and error :)



Sumber referensi : pemikiran sendiri dan keluh kesah teman-teman di grup Fanfiction.net World :D 


24 komentar:

  1. biasanya ane kena plagiat, mengatasinya agak susah hadehh

    BalasHapus
  2. yang kedua itu... kebiasaan ane.. *lalu kesetel lagu Lilium* /lha

    btw, artikelnya ngebantu banget lho XD

    BalasHapus
  3. kereen banget artikelnya :3 bookmart ah, selagi mau nulis liat-liat tips keren ini XD

    BalasHapus
  4. ane juga sering ngalamin hal seperti itu gan,, utamanya kehabisan sebuah ide,,

    koment back yaa www.ankurniawan.blogspot.com

    BalasHapus
  5. Sebagian besar dialami saya, nih, kak. Thank you for da' tips. Izin simpen di komputer, ya.

    BalasHapus
  6. Hampir sebagian yang dialami. Hahaha.
    Thanks atas tipsnya.
    Boleh tanya enggak sih.
    Bagaimana caranya menulis ending yang bagus

    BalasHapus
  7. @muhammad ginanjar : berarti karyamu perlu diproteksi lagi :D tegur aja terang2an orang yang memplagiat. makasih udah komentar ^^

    BalasHapus
  8. @hagane giita-pyon makasih ya, makasih juga udah komentar ^^

    BalasHapus
  9. @haris purnama putra jadi terharu ;w; #lebay makasih udah mau komentar ^o^/

    BalasHapus
  10. @ahmad kurniawan : sabar ye ._. sip bos ;)

    BalasHapus
  11. @salsabila amanda iya dek silakan aja, smoga kakak bisa bantu ya :)

    BalasHapus
  12. @ann soe marni sama2, makasih udah komentar \^3^/

    BalasHapus
  13. @kukuh satria wawan : sama2 :D pertama, tentukan mau buat ending yang gimana. ending yang gantung (dalam arti bagus), ending yang berkesan atau ending yang realistis.

    ending gantung : agak ambigu tapi itu yang buat reader jadi penasaran.
    ending berkesan : umumnya happy ending. pokoknya endingnya ga bisa dilupain! tapi kadang bisa jadi ga realistis.
    ending realistis : so pasti realistis, walaupun mau ga mau sad ending.

    ending harus sesuai dengan cerita, ga terkesan maksa apalagi buru2 ditamatin. gutlak ;D

    BalasHapus
  14. Blog kamu keren banget asha... ah, bikin aku semangat lagi untuk nulis Novel yang udah lama gak aku lanjutin.
    Makasih banyak deh ^^

    BalasHapus
  15. @ferinda : makasih, saya seneng dengernya, yang semangat ya :D

    BalasHapus
  16. bagus blognya ahahaha. benar2 sangat membantu :))

    BalasHapus
  17. @zo : makasih banyak zo! makasih juga udah komentar ya ;)

    BalasHapus
  18. Aku sering kena penyakit.... malas -_-

    BalasHapus
  19. hahah aku banget itu yang ide muncul pas sibuk xD
    untung aku masi inget :v

    BalasHapus
  20. makasih banget udah bikin artikel yang mencerahkan pikiran aku, poin ke 9 lagi aku alami nih, semoga udah g kayak gitu lagi waktu aku mulai coba sarannya, sekali lagi makasih

    BalasHapus
  21. makasih udah bikin artikel yang bagus ini, berguna banget apalagi buat penulis abal-abalan kayak aku

    BalasHapus
  22. Makasih banget gan ... sarannya ... plus ada nilai tambah buat salah satu mata kuliah saya ^^

    harus banyak belajar lagi nih, ^^;)a <= Lagi mempelajari 3 POV (Point Of View), sebelum bikin cerita dan judul untuk cerita yang akan dibuat.

    BalasHapus
  23. kalo masalah saya dalam menulis (novel) adalah pada bagian awal mbak. Saya sering bengong di depan laptop kalo mau nulis, padahal saya udah punya konsepnya. udah saya bagi - bagi sub babnya bahkan sampe akhir. tapi pas mau nulis blank pertamanya kaya gimana. akhirnya saya skip ke bagian mulai munculnya masalah (bagian pertengahan). disitu saya lancar kaya air ngalir, di bagian klimaks dan anti klimaks juga lancar sampe ending bahkan epilog. Tapi saya bingung di awal. Apa salah saya mbak -__-??

    BalasHapus

Hello there my friends! Feel free to give your :
¤ Opinion
¤ Suggestion
¤ Critic
¤ Story link (so that we can give comment to each other stories!)
¤ Request (if you want me to write something, just ask!)
Remember, I’m also a struggling writer, so I’m perfectly imperfect. Your feedback are pleased =)